• SMP NEGERI 1 BANTARBOLANG
  • Cerdas Spiritual, Berkarakter, dan Berprestasi

PERSIAPAN LOMBA FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU DI SMPN 1 BANTARBOLANG

MGMP Kabupaten Pemalang mengadakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI)  Tingkat Kabupaten untuk persiapan mendelegasikan peserta ke Tingkat Provinsi. Penjaringan ini sudah diberitahukan melalui Grup MGMP Kabupaten serta MKKS Kabupaten.

SMPN 1 Bantarbolang juga tidak lepas mempersiapkan peserta untuk Lomba FTBI Kabupaten. Dimana lomba FTBI tahun ini ada perbedaan dari FTBI tahun sebelumnya. Untuk tahun ini tidak ada kategori Putra Putri, tiap-tiap mata lomba sekarang hanya 1 peserta saja.

Untuk mata lomba yang diujikan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 masih sama seperti tahun sebelumnya. Ada 7 mata lomba yakni : Macapat, Pidhato, ndongeng, maca nulis aksara Jawa, Nulis Cerkak, Geguritan, lan Ndagel Ijen.

Tahun ini SMPN 1 Bantarbolang mengirimkan 7 peserta Lomba untuk tiap-tiap mata lomba mengirimkan 1 peserta. Tahun pertama mengirimkan peserta Ndagel Ijen. Untuk pemilihan peserta lomba FTBI Bapak Ibu Guru Pendamping hanya memberikan Informasi dan penawaran bagi yang mau mengikuti. Setelah pemberitahuan tentang adanya lomba FTBI maka anak yang berminat mengikuti lomba tersebut mendaftarkan diri, dan diadakan penjaringan siswa yang akan diikutsertakan dalam Lomba dengan sistem seleksi.

Dari sistem seleksi tersebut mendapat Calon Peserta Lomba yakni: Maulana Fikri (7B) mata lomba ndagel ijen, Canticka Tyas Arganingrum (9G) mata lomba Macapat, Caca Solihah (9G) mata Lomba Nulis Cerkak, Ezhar Alfaero Zain (7G) mata Lomba Pidhato, Hafla Raesha Nadine (8D) mata Lomba Maca lan Nulis Aksara Jawa, Rizka Vega Haristia (9G) mata Lomba Geguritan, dan Qanizah Putri Zahkaroni (8C) mata Lomba Ndongeng Fabel.

Siswa siswi SMPN 1 Bantarbolang nyata, masih ada yang berminat dalam nguri-uri budaya Jawa. FTBI bukan hanya sekedar memperkenalkan budaya tapi juga untuk merawat dan melestarikan budaya yang selama ini dipelajari. Dibuktikan dalam mencari peserta Lomba FTBI 2026 ini mendapat kemudahan dalam mencari bakat dan minat anak tentang budaya Jawa. 

Setelah mendapat siswa yang sesuai dengan ragam yang akan dilombakan, siswa-siswi tersebut mendapat bimbingan dan pelatihan dari Bapak Ibu Guru yang bertanggung jawab dalam membina untuk Lomba FTBI tersebut. Mereka latihan setiap hari dengan semangat yang tinggi. Semoga dengan latihan yang rutin para siswa akan mendapat hasil yang terbaik.

Siapa lagi yang akan melestarikan Budaya Jawa kita, kalua tidak dimulai  anak-anak dari sekarang.

Cinta Budaya, sebagai lambang jati diri Bangsa. Mari kita lestarikan bersama.

Komentari Tulisan Ini
chat via whatsapp Chat dengan kami di Whatsapp!